Kamu punya proyek yang perlu di-host, dan bukan hanya sekumpulan file kodingan teks. Mungkin berisi asset desain, dataset, atau library yang dikompilasi. Pertanyaan pun muncul: GitHub atau GitLab?

Meskipun keduanya adalah platform yang bagus, pendekatan mereka terhadap ukuran repository—khususnya di paket gratis—sangat berbeda. Memilih platform yang salah bisa berakhir mentok di tengah jalan saat proyek sedang berkembang.

Mari kita kupas perbedaannya dan bandingkan batasan untuk pengguna gratis.

Kesimpulan Singkat: GitLab Menang di Urusan Kapasitas

Jika concern utamamu adalah menyimpan file besar atau memiliki repository yang besar tanpa harus bayar, GitLab adalah pemenang yang jelas.

GitLab menawarkan penyimpanan 10x lebih besar untuk file besar dan Git LFS dibandingkan GitHub. Platform ini lebih permisif untuk proyek-proyek yang membutuhkan banyak data.

Angka-angka: Perbandingan Langsung untuk Paket Gratis

FiturGitHub GratisGitLab GratisPemenang
Repository SizeNo strict limit, tetapi disarankan < 1GBSoft limit 10GBGitLab
Maximum File Size100 MB (Hard Limit)10 GB (Hard Limit)GitLab
Free Git LFS Storage1 GB10 GBGitLab
Philosophy“agar lebih ringan gunakan LFS.”“space lebih banyak, tapi gunakan LFS untuk best practice.”

Penjelasan Lebih Dalam: Apa Arti Batasan Ini untukmu

1. The File Size Wall: 100 MB vs. 10 GB

Ini adalah perbedaan paling mencolok yang akan kamu temui.

  • Di GitHub, jika kamu mencoba push file lebih besar dari 100 MB, push kamu akan ditolak. Kamu harus menggunakan Git LFS (Large File Storage) untuk file yang melebihi batas itu. Ini bisa menjadi penghalang mendadak jika kamu tidak sengaja commit asset yang besar.

  • Di GitLab, Kamu bisa push file tunggal hingga 10 GB langsung ke repository. Meskipun ini bukan best practice untuk version control (akan memperlambat clone dan pull), ini memberikan fleksibilitas yang besar dalam situasi darurat.

Verdict: Batas file 10 GB dari GitLab jelas lebih menguntungkan untuk pengguna gratis.

2. The Git LFS Factor: 1 GB vs. 10 GB

Git LFS adalah cara yang benar untuk menangani file binary besar (seperti .psd, .aia, .zip, atau file model 3D). Ini menyimpan file besar di server terpisah dan hanya menyimpan pointer di repository-mu.

  • GitHub Gratis menyediakan 1 GB storage LFS dan 1 GB monthly bandwidth. Setelah melebihi ini, Kamu harus membayar pack tambahan.

  • GitLab Gratis menyediakan 10 GB LFS storage. Untuk banyak proyek hobi atau startup kecil, ini sudah lebih dari cukup.

Verdict: Kemenangan lagi untuk GitLab. Penyimpanan LFS gratis sepuluh kali lebih besar adalah keunggulan yang signifikan.

3. Keseluruhan Repository

  • GitHub dioptimalkan untuk performance. Mereka sangat menyarankan repository tetap di bawah 1 GB karena repository yang sangat besar menjadi lambat untuk di-clone dan digunakan. Jika repository-mu tumbuh terlalu besar (misalnya di atas 5 GB), support team mereka mungkin menghubungimu dan meminta untuk mengurangi ukurannya.

  • GitLab lebih lenient. Dokumentasi resmi mereka menyatakan soft limit 10 GB, dan mereka umumnya lebih tolerant dengan repository yang besar. Ini membuatnya menjadi rumah yang lebih baik untuk monolithic repositories yang memang perlu berukuran besar.

Harus Memilih yang Mana?

Pilih GitHub Gratis jika…

  • Proyekmu sebagian besar adalah source code (file teks).
  • Semua individual assets-mu di bawah 100 MB.
  • Kamu tidak memperkirakan perlu lebih dari 1 GB LFS storage.
  • Kamu menghargai massive community GitHub, social features, dan ecosystem yang lebih luas.

Pilih GitLab Gratis jika…

  • Kamu sering bekerja dengan file yang lebih besar dari 100 MB.
  • Kamu perlu lebih dari 1 GB penyimpanan LFS gratis untuk asset-mu.
  • Proyekmu adalah “monorepo” atau punya alasan yang jelas untuk berukuran beberapa gigabyte.
  • Kamu menghargai fitur CI/CD dan DevOps bawaan yang datang dengan GitLab.

Best Practices for Everyone

Tidak peduli platform mana yang kamu pilih, ingat:

  1. Gunakan Git LFS untuk Binary Files: Itu adalah alat yang tepat untuk pekerjaan ini. Itu menjaga repositorymu tetap cepat dan efisien.
  2. Jangan Commit File yang digenerate: Hindari commit folder node_modules, build, atau file .exe. Gunakan file .gitignore.
  3. Bersihkan History: Jika tidak sengaja commit file yang sangat besar, gunakan tools seperti git filter-branch atau BFG Repo-Cleaner untuk membersihkannya dari history.

The Final Verdict

Untuk free user yang mengutamakan ukuran repository dan flexibility, GitLab adalah juara yang tak terbantahkan.

Hard limit file 10 GB dan 10 GB free LFS storage-nya menghilangkan hambatan signifikan yang diterapkan oleh paket gratis GitHub. Jika proyekmu memiliki large assets atau ingin peace of mind dengan batasan yang lebih longgar, GitLab adalah pilihan yang lebih baik.

Namun, jika pekerjaanmu cukup nyaman dengan batasan GitHub, unparalleled network effects dan user experience-nya tetap menjadi daya tarik yang kuat.

Jadi, seperti apa profil proyekmu? Basis kode yang ramping atau proyek dengan asset yang berat? Jawabannya akan mengarahkanmu langsung ke platform yang tepat.